Senin, 23 Agustus 2021

12 Jenis Sambungan Kabel Serta Fungsi dan Cara Penyambungannya

Ada berapa jenis penyambungan kabel listrik? Kelebihan dan kekurangan jenis-jenis sambungan kabel? Bagaimana teknik penyambungan kabel yang baik?  

Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok bagi semua orang. Ketergantungan akan listrik membuat para perusahaan listrik baik negeri ataupun swasta selalu menyiapkan pasokan listriknya. Tidak hanya itu keandalan sistem tenaga listrik juga menjadi salah satu prioritasnya dalam menjamin ketersediaan listrik bagi konsumen. Hal yang penting juga selain ketersediaan listrik adalah bagaimana instalasi listrik yang ada pada suatu rumah ataupun suatu bangunan.

Instalasi listrik yang baik dan sesuai standar akan membarikan keandalan dan keamanan terhadap pemakai. Ada beberapa hal yang menentukan kualitas instalasi listrik diataranya adalah penggunaan komponen listrik yang sesuai standar dan pemasangan isntalasi yang baik. Pada saat proses instalasi tentu saja terdapat banyak kabel yang digunakan oleh teknisi listrik. Ada bagian kabel tersebut yang tentunya di sambung untuk tujuan percabangan atau pemanjangan kabel. 

Nah tahukah kalian bahwa ada banyak jenis sambungan kabel listrik yang sering digunakan oleh teknisi lsitrk. Sambungan tersebut harus diketahui fungsi dan peruntukannya agar dapat tahan lama. Berikut ini saya akan membagikan materi tentang fungsi sambungan kabel, manfaat sambungan kabel dan macam macam sambungan kabel yang digunakan oleh instalatir (teknisi listrik).

macam macam sambungan kabel dan fungsinya

Fungsi Sambungan Kabel Listrik

Sebelum membahas lebih lanjut macam-macam sambungan kabel terlebih dahulu kalian harus memahami fungsi dari sambungan kabel itu sendiri. Seperti namanya sambungan kabel listrik berfungsi untuk menyambung dua atau lebih kabel dengan menggunakan teknik penyambungan yang baik agar bisa membuat kabel yang pendek menjadi panjang serta agar dapat membuat percabangan dari satu buah kabel utama.

 

Manfaat Sambungan Kabel

Ada beberapa manfaat yang akan kalian dapatkan apabila mengetahui dan memahami jenis-jenis sambungan kabel listrik, dainataranya :

  1. Mempermudah proses suatu instalasi listrik.
  2. Membuat instalasi yang lebih baik dan aman.
  3. Membuat sambungan sesuai standar sehingga lebih aman dan kuat.

 

Macam-Macam Sambungan Kabel

Di dalam dunia kelistrikan dikenal berbagai jenis atau macam sambungan kabel yang sesuai standar. Dari banyaknya sambungan kabel listrik tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sebelum kalian melakukan penyambungan kabel maka kalian harus mengetahui kebel yang cocok untuk suatu jenis sambungan. Nah berikut ini merupakan jenis-jenis sambungan kabel listrik yang sering digunakan.

1.         Sambungan Ekor Babi (Pig Tail)

jenis jenis sambungan kabel

Source :boykematondang.blogspot.com

Sambungan kabel listrik yang pertama adalah sambungan ekor babi atau biasa disebut dengan sambungan pig tail. Jenis sambungan kabel ini terbilang sederhana karena hanya menggabungkan dua kabel saja kemudian memelintirkannya. Bagitu sederhananya sambungan jenis ini membuatnya sering dipakai oleh para teknisi listrik.

Cara Penyambungan Kabel Teknik Ekor Babi : 

1.      1. Kupas isolasi kabel sepanjang 2 – 5 cm.

2.      2. Gabungkan kawat kabel dari pangkal ke ujung kemudian pelintir ke arah kanan sebanyak 5 peliniran.

3.      3. Potong ujung kabel (kawatnya) apabila ada yang tersisa.

4.      4. Isolasi sambungan kabel tersebut dengan arah yang berlawanan dimulai dari ujung kabel ke bawah.

Kelebihan Sambungan Ekor Babi :

Teknik penyambungan yang mudah dan sederhana sehingga tidak membutuhkan waktu yang banyak.

Sambungan Ekor Babi cocok digunakan untuk jenis kabel atau instalasi yang tidak perlu ditarik.

2.         Sambungan Puntir

jenis jenis sambungan kabel

Sambungan kabel listrik yang kedua adalah sambungan puntir yang merupakan jenis sambungan yang lebih kuat dari sambungan ekor babi yang rentan terlepas. Sambungan puntir menjadi kuat karena kedua kabel dibuat secara lurus (berlawanan) dan kemudian dipuntir sehingga saling mengikat. 

Sambungan jenis ini terbagi menjadi dua jenis sambungan lagi, yaitu sambungan Bell Hangers dan sambungan Western Union yang akan kita bahas di poin berikutnya.

3.         Sambungan Bell Hangers

jenis jenis sambungan kabel

Source : dianeagle.blogspot.com

Cara penyambungan kabel dengan sambungan Bell Hangers : 

1.      Kupas isolasi kabel secukupnya.

2.      Gabungkan kedua kawat kabel secara berlawanan kemudian bengkokkan sekitar 1,5 cm seperti huruf L.

3.      Pelintir kedua kawat kabel dengan arah masing-masing yang berlawanan.

4.      Terkahir Isolasi sambungan kabel sampai menutupi semua kawat sambungan.

Meskipun sambungan ini lebih kuat namun jarang dipakai oleh teknisi listrik jika dibandingkan dengan sambungan ekor babi.

4.         Sambungan Western Union


jenis jenis sambungan kabel

Source : kelistrikanku.com & dianeagle.blogspot.com

Cara penyambungan kabel dengan sambungan Western Union : 

1.      Kupas terlebih dahulu isolasi kabel sekitar 5 – 7 cm.

2.      Pelintir salah satu kawat di kawat yang lain.

3.      Selanjutnya jepit pangkal kawat dekat sambungan pertama.

4.      Lalu pelintir kawat yang satunya dengan arah pelintiran yang berbeda.

5.      Terkahir Isolasi sambungan kabel yang menutupi semua kawat sambungan.

5.         Sambungan Bolak Balik

jenis jenis sambungan kabel

Source : caridokumen.com

Sambungan kabel listrik selanjutnya adalah sambungan bolak balik yang meskipun tidak sesederhana dengan sambungan ekor babi dan puntir namun sambungan bolak balik ini lebih kuat. Sambungan kabel bolak balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu sambunagn Britania dan sambungan Scarf yang akan kami jelaskan di poin berikutnya.

6.         Sambungan Britania

jenis jenis sambungan kabel

jenis jenis sambungan kabel

Source : dianeagle.blogspot.com & caridokumen.com

Sambungan bolak balik tipe britania merupakan sambungan yang cocok untuk kabel dengan luas penampang yang lebih besar (contoh 6 mm2) yang membuatnya susah untuk dipuntir dengan tangan. Oleh karena itu sambungan ini memerlukan bantuan kawat kecil dalam proses penyambungannya.

Cara penyambungan kabel dengan sambungan Britania :

1.      Kupas kedua ujung kabel secukupnya.

2.      Bengkokkan sedikit ujung kabel (kawatnya).

3.      Paskan kedua kabel (kawatnya) dengan arah yang berlawanan.

4.      Kemudian puntirkan dengan menggunakan kawat kecil lainnya.

5.      Terkahir Isolasi sambungan kabel yang menutupi semua kawat sambungan.

7.         Sambungan Scarf

jenis jenis sambungan kabel

Source :  herydwikusuma.blogspot.com

Hampir sama dengan sambungan Britania, sambungan Scarf juga ditujukan untuk penyambungan kabel dengan luas penampang yang lebih besar dibandingkan sambungan Britania. Sambungan ini juga memerlukan bantuan kawat kecil untuk dipuntir saat proses penyambungan.

Untuk penyambungan kabel dengan sambungan Scarf sebenarnya hampir sama dengan Britania hanya saja lilitannya yang lebih banyak dan penyambungan kabel besar tersebut dengan cara dipipihkan.

8.         Sambungan Percabangan

Sambungan kabel listrik selanjutnya adalah sambungan percabangan yang merupakan jenis sambungan kabel yang ditujukan untuk menyambung lebih dari dua kabel, yaitu 3 atau 4 kabel. 

Sambungan jenis percabangan dibagi menjadi 4 jenis sambungan lagi, yaitu sambungan datar single plan joint, sambungan datar knotted tab joint, sambungan percabangan ganda satu nadi dan sambungan datar single wrapped cable splice yang akan kami bahasa di poin berikutnya.

9.         Sambungan Datar Single Plan Joint

jenis jenis sambungan kabel

jenis jenis sambungan kabel

Source : dianeagle.blogspot.com

Cara penyambungan kabel dengan sambungan datar single plan joint :

1.      Kupas kabel sambungan secukupnya.

2.      Kupas kabel utama pada bagian tengahnya saja (tidak sampai di ujung atau pangkal).

3.      Lilitkan atau pelintir kabel (kawatnya) ke kabel utama yang ingin disambungkan.

4.      Isolasi sambungan kabel sampai menutupi semua kawat sambungan.

10.       Sambungan Datar Knotted Tab Joint

jenis jenis sambungan kabel

jenis jenis sambungan kabel

Source : dianeagle.blogspot.com

Sambungan datar knotted tab joint sebenarnya mirip dengan sambungan datar single plan joint sebelumnya yang melilitkan atau mempuntir kawat kabel ke kawat kabel utama. Hal yang membedakan kedua sambungan tersebut adalah sambungan knotted tab joint mempunyai ikatan simpul yang membuatnya lebih kuat dari sambungan datar single plan joint.

11.       Sambungan Percabangan Ganda Satu Nadi

jenis jenis sambungan kabel

jenis jenis sambungan kabel

Source : dianeagle.blogspot.com

Sambungan jenis ini merupakan sambungan kabel ganda yang cocok untuk percabangan kabel.

Cara penyambungan kabel dengan sambungan percabangan ganda satu  nadi :

1.      Kupas isolasi kabel sambunga secukupnya.

2.      Kupas isolasi kabel utama tepat di tengahnya saja (tidak sampai di ujung atau pangkal).

3.      Kawat kabel utama tegak lurus dengan kawat kabel sambungan kemudian pelintir kawat kabel sambungan secara bersamaan.

4.      Terkahir Isolasi sambungan kabel yang menutupi semua kawat sambungan.

12.       Sambungan Single Wrapped Cable Splice

jenis jenis sambungan kabel

Source : kelistrikanku.com

Sambungan single wrapped cable splice merupakan sambungan kabel yang cukup rumit dari berbagai jenis sambungan kabel. Sambungan ini cocok untuk penyambungan kabel serabut namun harus dipuntir satu persatu dengan teknik bell hengers dan kemudian disatukan. Meskipun cukup rumit namun sambungan ini sangat kuat dan tahan lama.

Cara penyambungan kabel dengan sambungan single wrapped cable splice :

1.      Kupas isolasi kabel sambungan dan kabel utama

2.      Bagi kawat serabut menjadi beberapa bagian misal 7 bagian untuk kawat kabel utama dan kabel sambungan.

3.      Puntir masing masing kelompok kawat tersebut dengan teknik bell hangers.

4.      Isolasi kabel sampai kawat sambungan tidak terlihat lagi.

Jadi itulah materi tentang fungsi sambungan kabel, manfaat sambungan kabel dan macam macam sambungan kabel yang digunakan oleh instalatir (teknisi listrik). Semoga bisa menambah ilmu dan wawasan kalian, sekian dan terima kasih.

 

Rabu, 07 Oktober 2020

Macam macam rangkaian instalasi penerangan

Sebuah instalasi penerangan merupakan suatu rangkaian listrik dimana beban listrik berupa komponen penerangan yaitu lampu. Untuk instalasi penerangan sendiri dapat diatur sedemikian rupa agar bisa menyala seperti yang diharapkan, dengan cara mengotak atik rangkaian dan saklarnya. Pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah instalasi penerangan sistem lorong, instalasi penerangan seri paralel, dan instalasi penerangan seri.

Sebelum menginjak ke proses perangkaian, alangkah baiknya kita siapkan dulu alat dan bahan yang akan digunakan.

  • Alat
  1. Tang kombinasi
  2. Tang potong
  3. Tang cucut
  4. Obeng plus
  5. Obeng minus
  6. Jara
  7. Tespen
  • Bahan
  1. Fitting lampu
  2. Lampu
  3. Pipa PVC
  4. Knee
  5. Sekrup
  6. Kabel
  7. Lasdop
  8. T dos
  9. Cross dos
  10. Inbow dos
  11. MCB
  12. Saklar tunggal
  13. Saklar tukar
  14. Stop kontak
  15. Sekring
  16. Box sekring

Dalam melaksanakan pekerjaan instalasi harus teliti, jangan sampai ada alat atau bahan yang terlupakan, karena jika kita tidak teliti dalam menyiapkan bahan dan akhirnya kita bolak balik menyiapkan bahan yang kita lupa, nantinya kita akan kehabisan waktu. Setelah semua komponen tersebut sudah lengkap barulah kita melaksanakan pekerjaan. Kita bahas satu persatu dulu..

 A. Rangkaian instalasi penerangan sistem lorong/ gudang

Apa yang dimaksud dengan penerangan sistem lorong/gudang??bagaimana cara membuatnya??dan apa fungsinya???sabarrrr...



(Gambar 1.1 rangkaian sistem lorong/gudang)

Diagram pelaksanaan di atas merupakan rangkaian instalasi penerangan sistem lorong/gudang. Dikatakan sistem lorong karena apabila kita memasuki sebuah lorong yang panjang, kita bisa menyalakan lampu secara berurutan. Teknisnya saat S1 dinyalakan maka L1 akan menyala, lalu saat kita sudah berjalan agak jauh pastinya cahaya lampu 1 akan berkurang intensitas cahayanya, lalu kita menyalakan S2 kemudian L2 menyala dan L1 otomatis mati. Setelah kita sampai di paling ujung lorong kedua kita akan menemukan S3, saat S3 dinyalakan maka L3 akan menyala dan L2, L1 mati. Dan setelah kita sampai diujung lorong kita bisa mematikan lampu dengan bantuan S4.

Untuk membuat rangkaian ini yang paling penting adalah penyambungan input output saklar tunggal dan tukarnya, jika terbalik bisa saja akan terjadi korsleting. Hal terpenting dalam merangkai adalah kita fokus dan teliti serta bisa membaca gambar. Untuk yang sudah terbiasa membaca gambar mungkin rangkaian tersebut sangatlah mudah, tetapi untuk yang baru belajar harus berhati hati. Pemasangan saklar pada rangkaian diatur sedemikian rupa dengan tujuan agar lampu dapat menyala secara berurutan.

B. Rangkaian instalasi penerangan seri paralel.

Rangkaian seri paralel adalah rangkaian yang mampu mengendalikan lampu agar menyala seri maupun secara paralel. Rangkaian seri adalah dimana lampu rangkai secara berjajar, artinya output dari lampu langsung masuk ke input lampu yang lain dan seterusnya seperti itu. Untuk lebih jelasnya simak diagram pelaksanaan di bawah ini.



   (Gambar 1.2 rangkaian seri paralel)

Dari melihat rangkaian tersebut, apabila kita menekan saklar tunggal/S1 maka lampu akan menyala normal terang, namun apabila kita menekan saklar tukar/S2 maka lampu tidak lagi tersusun secara paralel tetapi secara seri karena output lampu 1 langsung menuju input lampu 2, sehingga tegangan listrik akan dibagi ke kedua lampu tersebut dan akhirnya lampu menyala agak redup. rangkaian ini dapat diaplikasikan untuk lampu panjeran rumah. saat kita tidur di malam hari lampu bisa kita nyalakan secara seri untuk kebutuhan panjeran rumah.

C. Rangkaian instalasi penerangan secara seri.



(Gambar 1.3 rangkaian seri 4 lampu dengan 4 saklar)

Rangkaian di atas merupakan suatu pengendali lampu agar bisa menyala secara seri mengikuti saklarnya. Teknisnya adalah saat S1 ON maka L1 akan menyala terang, lalu S1 diOFFkan, setelah itu S2 ON maka L1 dan L2 menyala secara seri dan nyala lampu sedikit meredup, lalu S2 diOFFkan, selanjutnya S3 ON maka L1,L2, dan L3 menyala secara seri, nyala lampu akan sedikit redup, lalu S3 diOFFkan, dan terakhir saat S4 ON maka seleruh lampu akan menyala seri tetapi nyalanya akan redup. Dalam menjalankan rangkaian ini tidak boleh asal asalan, karena jika tidak sesuai urutan di atas maka lampu mungkin tidak mau menyala dan kemungkinan terburuk adalah korsleting.

Dalam setiap rangkaian yang ditampilkan pasti terdapat komponen kWh meter, MCB, dan sekering. Ketiga komponen ini adalah komponen wajib untuk sebuah instalasi penerangan rumah karena tiap tiap komponen tersebut memiliki fungsi yang sangat penting. Secara singkatnya kWh meter berfungsi sebagai pencatat daya yang digunakan, MCB berfungsi sebagai pembatas daya, pengaman hubung singkat dan overload, sedangkan sekering berfungsi sebagai pengaman arus lebih.

Demikian pembahasan pada pertemuan kali ini apabila masih banyak kesalahan di dalam penjelasan, mohon maaf yang sebesar besarnya.

 

Pengaplikasian Macam - macam Jenis Saklar Untuk Instalasi Penerangan di Sehari - hari

CARA PEMASANGAN BEBERAPA JENIS SAKLAR UNTUK KEBUTUHAN INSTALASI PENERANGAN

 

Sebelum kita memulai menginstalasi, hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat diagram peremcanaan terlebih dahulu. Diagram perencanaan ini berisi tentang sketsa atau skema sebuah rangkaian yang nantinya akan kita instalasi. Jadi pada tahap perencanaan ini kita harus tahu ke mana arah dari instalasi ini, atau dengan kata lain kita harus tahu tujuan yang ingin kita capai setelah melakukan instalasi.

 

Di dalam instalasi penerangan terdapat banyak sekali rangkaian yang dapat dibuat, contohnya instalasi dengan saklar tunggal, seri, tukar, dan lain lain. Pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas cara instalasi penerangan dengan 4 rangkaian dasar saja, yaitu : 1. instalasi dengan saklar tunggal, 2. Instalasi dengan saklar seri, 3. Instalasi dengan satu saklar tukar, 4. Instalasi penerangan tangga. Bagaimana cara melakukan tahapan tahapan instalasi di atas???okee kita akan membahasnya secara singkat.

 

    Langkah langkah untuk melakukan sebuah pekerjaan instalasi yaitu:

  1. Membuat diagram perencanaan.
  2.  Siapkan alat alat dan bahan.
  3.  memakai APD yang sesuai dengan K3.
  4.  Mulai pekerjaan.
  5.  Uji coba.      

Setelah kita membuat diagram perencanaan, kita akan tahu kemana arah tujuan instalasi kita, dan kita akan paham kemana sambungan sambungan kabel yang benar. Hal ini sangat penting untuk sebuah tahapan pekerjaan karena jika kita tidak membuat perencanaan terlebih dahulu biasanya akan mengalami kesulitan.

 

Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan untuk melakukan pekerjaan. 

  • Alat
  1. Tang kombinasi
  2.  Tang potong
  3.  Tang lancip
  4.  Obeng plus
  5.  Obeng minus
  6.  Tespen 

 

  • Bahan
  1.  Kabel.
  2.  Lampu.
  3.  Fitting lampu.
  4.  Roset.
  5.  Pipa PVC.
  6.  Sekrup.
  7.  Saklar ( tunggal, seri, tukar).
  8.  Stop kontak.
  9.  MCB
  10.  Sekering.
  11.  Box sekering.
  12.  T dos.
  13.  Cross dos.

     Untuk yang pertama, kita akan membahas cara menginstalasi menggunakan saklar tunggal yang melayani satu lampu. Berikut ini adalah diagram rangkaiannya.

 




( gambar 1. instalasi penerangan dengan saklar tunggal)

Fungsi dari rangkaian di atas adalah bagaimana cara mengendalikan sebuah lampu menggunakan satu saklar tunggal. Rangkaian ini sangat umum kita temui dimana mana karena rangkaian ini sangatlah simple dan mudah. Kita hanya perlu menyambung saklar secara seri dengan kabel fasa, kenapa kabel fasa??tentunya karena alasan keamanan, apabila saklar diputus nantinya tidak ada lagi listrik yang menuju lampu.

  

Yang kedua kita akan membahas cara menginstalasi jika yang dipakai adalah saklar seri. Berikut adalah diagramnya.

 


(gambar 2. instalasi penerangan dengan saklar seri)

 

Dari melihat gambar rangkaian di atas, bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya saklar seri itu hanyalah gabungan dari dua saklar tunggal. Tujuan dipakai rangkaian ini adalah untuk melayani dua lampu dimana kondisi lampu bisa satu hidup satu mati, ataupun menyala bersamaan. Sebenarnya saklar seri bisa menyalakan lampu sebanyak yang kita mau asalkan menggunakan rangkaian seperti di atas. Cara pemasangan saklar seri adalah dengan menjemper terminal input saklar, dan output 1 dan 2 ke lampu.

 

Yang ketiga adalah cara mengendalikan lampu menyala secara bergantian. Diagramnya adalah sebagai berikut.

 


(gambar 3. instalasi penerangan dengan saklar tukar)

Rangkaian ini menggunakan saklar tukar, kenapa disebut saklar tukar??karena fungsinya adalah untuk menukar jalur, dari A ke B dan sebaliknya. Dengan rangkaian ini kita bisa mengendalikan lampu menyala secara bergantian, apabila satu hidup maka yang satunya lagi akan mati. Cara memasangnya adalah yang pertama kita harus lihat terminal saklarnya terlebih dulu, mana yang input dan outputnya, karena kalau sampai terbalik tidak akan sesuai dengan harapan. Biasanya notasi 0 adalah input, notasi 1 dan 3 adalah outputnya, tapi ini tidak berlaku untuk semua jenis saklar tukar, ada beberapa yang berbeda dan kita harus menyesuaikan saja.

 

Yang keempat adalah mengendalikan satu buah lampu dari dua tempat yang berbeda. Berikut diagramnya.

 


(gambar 4. insstalasi penerangan sistem tangga / dua tempat)

                Gambar di atas adalah sebuah rangkaian yang digunakan apabila kita ingin mengendalikan lampu dari dua tempat yang berbeda dengan bantuan dua saklar tukar. Contoh paling nyata untuk jenis rangkaian ini adalah pada sistem tangga. Apabila kita akan naik tangga, kita menyalakan lampu dengan menyalakan S1, setelah sampai diatas kita bisa mematikannya dengan mengoffkan S2, saat mau turun kita bisa menyalakannya dari S2 dan setelah sampai bawah kita bisa mematikannya dengan bantuan S1. Jumlah lampu untuk rangkaian ini bebas, tidak harus satu, yang penting sesuai dengan skema pasti bisa. 

 

Untuk keterangan simbol simbol yang ada di gambar rangkaian saya lupa membuatnya, untuk itu saya akan menerangkanya di sini.

1.        Simbol garis adalah fasa

2.         Simbol garis putus putus adalah netral

3.         Simbol garis putus putus dan titik adalah ground

Demikian penjelasan yang bisa saya sampaikan, apabila ada tutur kata yang kurang berkenan saya mohon maaf yang sebesar besarnya.